Indonesian Automotive Community

Please login or register.

Login with username, password and session length
Advanced search  

News:

Daftarkan diri Anda terlebih dahulu sebelum posting ke forum.

Pages: [1]   Go Down

Author Topic: Lippo Cikarang Semena-Mena  (Read 5938 times)

indoroids

  • Guest
Lippo Cikarang Semena-Mena
« on: August 29, 2008, 10:55:53 AM »

Saya dan keluarga adalah penghuni perumahan Lippo Cikarang dari tahun 2002 sampai sekarang. Masalah yang saya coba kemukakan sekarang adalah tingkat frustasi dan kekecewaan tertinggi yang kami hadapi dengan Estate Management dari sejak awal kami tinggal di perumahan tersebut. Ada banyak hak kami sebagai penghuni tidak kami rasakan karena kelalaian atau ketidakacuhan Estate Management.

Di lain sisi, ketika salah satu kewajiban kami belum kami laksanakan hak kami dapat menjadi 'tumbal' dan 'power' Lippo Group langsung dikeluarkan. Hal ini bisa dirasakan penghuni lain juga. Mungkin kalau ada kuesioner atau angket untuk kepuasan pengelolaan Lippo Cikarang Estate Management, kekecewaan kami sebagai penghuni bisa dirangkum dalam bulletin tebal.

Inilah kekecewaan kami yang kami rasakan dalam bentuk penghancuran hak kami sebagai penghuni:

1.   Tahun 2004, saat rumah kami kosong di siang hari, ketika malam hari kami baru pulang, kami mendapati rumah kami sudah dibongkar oleh pencuri. Komputer PC set lengkap dengan Monitor LCD-nya hilang, berikut perhiasan di lemari.
Kami melapor ke Estate Management. Security 24 jam yang dipasang di pintu masuk kompleks tidak bisa menjawab kemana pencuri lewat keluar. Padahal sekeliling kompleks sudah dibatasi pagar penutup. Laporan kami tidak berbekas, dan tidak ada wakil dari Estate Management yang peduli dalam hal memberikan simpati ataupun langkah langkah yang sudah diambil atas laporan kami. Padahal pada saat kejadian kami lapor, rumah kami sudah disurvei oleh para security dan Komandan Regunya.

2.   Di pertengahan tahun 2006, suami saya sakit Demam Berdarah dan diopname di RS Siloam Lippo Cikarang. Saya lapor pada Customer Service Lippo Cikarang untuk minta penyemprotan anti DB di sekitar rumah saya, karena saya takut kedua anak saya yang masih kecil ikut tergigit nyamuk pada saat itu. Dua kali sudah saya telepon dalam seminggu, dan hanya 'dicatat' oleh Customer Service dengan janji akan ditelepon kembali untuk kepastian. Satu kali pun telepon dari Customer Service tidak pernah saya terima. Sampai baru bulan Juli 2007 ini saya dapat surat pengumuman akan dilakukan penyemprotan di seluruh kompleks. Apakah saya harus menunggu selama itu. Itu pun saya yakin, tindakan penyemprotan bukan atas efek dari laporan saya. Hanya program rutin yang baru munculnya baru sekarang.

3.   Setiap bulan warga diwajibkan membayar maintenance fee, sehingga bisa dilayani untuk pembuangan sampah dan diberikan juga plastik untuk tempat sampah (satu bulan satu pak plastik).

Sejak tahun 2002 sampai sekarang tidak lebih dari 10 pak plastik yang saya terima. Itu pun harus dengan minta dan datang ke gedung Estate Management. Berkali-kali saya datang, tapi tidak dapat plastik dengan alasan kehabisan. Pertanyaannya jika plastik habis, apa tidak bisa ada catatan kecil warga mana yang belum dapat, dan jika ada supply lagi diantarkan ke rumah warga. Ketika itu menjadi hak penghuni, kenapa mesti penghuni yang mengejar-ngejar haknya?

4.   Masalah kuli-kuli liar yang bisa masuk ke kompleks, tanpa adanya pencegahan dari pihak keamanan Lippo Cikarang, sehingga bisa dengan leluasa memeras penghuni yang sedang menurunkan barang di rumahnya (contoh 1 sak semen = Rp ... , dan seterusnya yang menurut kuli-kuli tersebut sudah disepakati dengan Estate Management). Mana hak keamanan kami yang seharusnya kami bebas menurunkan barang di rumah sendiri.

5.   Kekecewaan terakhir adalah ketika dicabutnya meteran air bersih di rumah kami. Pada saat tidak ada seorang pun anggota keluarga yang ada di rumah (karena saat itu kami sedang pulang kampung dari 14 Juli sampai 17 Juli 2007). Memang ada penunggakan pembayaran tagihan, dan pemberitahuan tunggakan juga kami terima pada 13 Juli 2007 (yang merupakan Peringatan I). Sesuai aturan sebelumnya yang kami ketahui, pencabutan meteran air akan dilaksanakan setelah Peringatan III diterima penghuni.

Ternyata kali ini tanpa pemberitahuan jika ada perubahan aturan, dari Peringatan I yang baru kami terima pada tanggal 13 Juli, pencabutan meteran air sudah langsung dilakukan pada tanggal 16 Juli (saat kami tidak ada di rumah, pihak Estate Management bisa memasuki halaman rumah kami dan bisa mengambil apa yang menjadi milik kami). Hal ini baru kami ketahui tanggal 18 Juli, dan kami melunasi seluruh tunggakan air kami, dan setelah kami menghadap pihak Estate Management kami harus membayar lagi Rp 1,100,000,- (satu juta seratus ribu rupiah) untuk pemasangan meteran air kembali.

Pihak Estate Management tidak bisa bernegosiasi dalam hal denda pasang kembali meteran air ini dan sama sekali tidak mengubris alasan dan keluhan kami. Pertanyaan saya atas hal ini adalah:

a. Apakah benar dan wajar jika tenggang waktu pembayaran hanya 3 (tiga) hari dari sejak pemberitahuan penunggakan yang pertama?

b. Apakah benar secara hukum untuk mengambil barang milik orang lain saat orang itu tidak ada di rumah?

c. Apakah sedemikian miskinnya Lippo Group sehingga harus menekan pihak yang lebih lemah untuk membayar denda pemasangan kembali sebesar Rp 1,100,000,00 walaupun tagihan sudah dibayar lunas? Setahu saya, PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang kenyataannya sekarang memonopoli supply listrik pun masih memberikan tenggang pembayaran, tidak langsung mencabut, menyegel dulu dan setelah dibayar tidak dikenakan denda pemasangan kembali meteran?

d. Apakah nilai denda pemasangan kembali Rp 1,100,000,00 cukup wajar jika dibandingkan dengan tagihan air kami yang hanya 100 ribuan s/d 200 ribuan per bulannya?

e. Apakah adil jika kami harus menunggu lama atas hak kami (contoh ada di point 1, 2, 3, dan 4) sementara ketika kami tidak menjalankan salah satu kewajiban, tidak ada kompromi lagi dari pihak Estate Management.

Saya yakin, ada banyak penghuni lain yang merasa diperlakukan tidak adil, sehingga Lippo Cikarang menjadi lambat dalam hal peningkatan jumlah penghuninya. Estate Management Lippo Cikarang harus 'berubah total' seperti estate lainnya yang lebih tenggang rasa ke penghuninya (walaupun estate itu lebih kecil dan belum mempunyai nama besar).

Saya yakin, Bp James Riady sebagai keluarga 'founder' dan 'owner' dari Lippo Group, punya visi dan misi yang lebih baik untuk Lippo Estate, khususnya Lippo Cikarang, yang tertuju untuk kenyamanan tinggal penghuninya, dibandingkan dari owner estate lainnya.

Lenny Tiara
Lippo Cikarang

  
Logged
Pages: [1]   Go Up
 

anything