Indonesian Automotive Community

Please login or register.

Login with username, password and session length
Advanced search  

News:

Daftarkan diri Anda terlebih dahulu sebelum posting ke forum.

Pages: [1]   Go Down

Author Topic: Cara Mengukur Konsumsi Bahan Bakar Mobil  (Read 372 times)

BeliOnderdil

  • Supir Angkot
  • **
  • Reputation: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 95
Cara Mengukur Konsumsi Bahan Bakar Mobil
« on: January 06, 2017, 04:09:05 PM »



Kata irit atau boros dalam menentukan konsumsi BBM sebuah mobil memiliki beragam makna. Pasalnya, perlu beragam paramater agar maksud dari kata irit dan boros dapat tepat sasaran. Artinya, Anda perlu membandingkan kapasitas mesin dan jenis transmisi dari kendaraan yang dimiliki.

Tentu tidak cukup sampai di situ saja. Kota tempat tinggal dan rute perjalanan yang dilalui sehari-hari, patut Anda perhitungkan. Tentu Anda tak bisa membandingkan kondisi lalu lintas di kota Jakarta dengan kota Manado atau kota lainnya yang memiliki lalu lintas terbilang cenderung lebih lancar.

Pada intinya, borosnya kendaraan tentu tergantung pada kecepatan rata-rata yang ditempuh oleh kendaraan tersebut, rute yang dilalui, kondisi jalan, tekanan ban, dan sebagainya.



Kali ini, Blog BeliOnderdil akan memberikan berbagai cara untuk mengukur konsumsi bahan bakar mobil. Berikut ulasannya :

Metode 1 : Menghitung Konsumsi Bahan Bakar

1. Rumus konsumsi bahan bakar adalah “Jumlah Kilometer dibagi dengan Jumlah Bahan Bakar Terpakai”. Konsumsi bahan bakar sebuah mobil dihitung dari jumlah kilometer dibagi liter bensin yang terpakai. Jika Anda tahu berapa jauh Anda berkendara serta kapasitas maksimum tangki bahan bakar Anda, Anda dapat membagi jumlah kilometer dengan jumlah liter. Hasilnya adalah jumlah konsumsi bahan bakar mobil Anda dalam kilometer per liter (km/l). Namun, jumlah ini lebih sering ditulis sebagai rasio bahan bakar, misalnya “1:20”, atau 20 kilometer per 1 liter bahan bakar.
- Penghitungan yang sama bisa Anda lakukan dengan mil dan galon.
- Waktu terbaik untuk mengukur konsumsi bahan bakar mobil Anda adalah tepat setelah mengisi bensin.
 

2. Reset trip meter mobil Anda setelah mengisi bensin. Mobil-mobil model baru biasanya dilengkapi dengan sejenis odometer yang kapan pun bisa direset kembali ke angka 0 (disebut sebagai trip meter). Odometer ini biasanya terletak di dashboard, di dekat speedometer atau di layar bagian tengah. Di dekat odometer ini biasanya akan ada suatu tombol yang Anda bisa tekan dan tahan untuk mengembalikan hitungan ke angka 0. Sebelum mengisi bensin, reset odometer ke angka 0, lalu perhatikan angka di odometer ketika Anda perlu kembali mengisi bensin. Ini adalah jumlah kilometer yang sudah ditempuh kendaraan Anda sejak kali terakhir mengisi bensin.
- Trip meter Anda akan menampilkan angka “0 kilometer”.
- Jika mobil Anda tidak dilengkapi trip meter, Anda bisa merekam jumlah kilometer mobil Anda sebagai “Jumlah Tempuh Awal”. Misalnya, jika odometer mobil Anda menunjukkan angka 10.000 ketika mengisi bensin, tuliskan “10.000”.
 

3. Sebelum Anda kembali mengisi bensin, catat hitungan kilometer di odometer Anda sebagai “Jumlah Tempuh Akhir”.
- Apabila mobil Anda tidak dilengkapi dengan trip meter, Anda bisa menghitung jumlah kilometer yang sudah ditempuh dengan cara menghitung Jumlah Tempuh Akhir dikurang dengan Jumlah Tempuh Awal. Misalnya, jika odometer Anda menunjukkan 10.250, Anda bisa mengurangi ini dengan 10.000. Ini berarti Anda menempuh 250 kilometer dengan tangki bensin penuh.
 

4. Kendarai mobil Anda hingga tangki bensin hampir kosong. Anda bisa melakukan penghitungan ini berapa pun jumlah bensin yang tersisa di mobil Anda. Akan tetapi, semakin sedikit bensin yang tersisa, penghitungan Anda juga akan semakin akurat.
 

5. Catat jumlah pengisian bahan bakar Anda dalam liter. Isi penuh tangki bahan bakar Anda dan perhatikan berapa liter bensin yang Anda butuhkan. Angka ini adalah “Jumlah Konsumsi Bahan Bakar” kendaraan Anda.
Anda harus mengisi tangki bahan bakar Anda hingga penuh. Jika tidak, Anda tidak akan tahu seberapa banyak bensin yang dihabiskan mobil Anda sejak pengisian terakhir.
 

6. Hitung konsumsi bahan bakar Anda dengan cara membagi jumlah tempuh kendaraan dengan jumlah konsumsi bahan bakar. Misalnya, jika Anda menempuh 300 kilometer sebelum kembali mengisi bensin, dan Anda perlu mengisi bensin sebanyak 15 liter, maka konsumsi bahan bakar kendaraan Anda adalah 1:20, atau 20 kilometer per 1 liter (300 km / 15 l = 20 km/l).
- Rumusnya sama untuk ukuran mil dan galon.
- Untuk mengetahui seberapa banyak bahan bakar yang mobil Anda gunakan, penghitungannya harus bermula sejak tangki penuh, kemudian berkurang, lalu hingga tangki kembali penuh.
 

7. Berlatih menghitung dengan contoh. Misalnya, odometer Joko menunjukkan angka 23.500 dengan tangki bensin penuh. Setelah berkendara selama beberapa hari, ia perlu mengisi bensin. Di odometer tertulis 23.889, dan Joko membutuhkan 20 liter bensin untuk mengisi tangki mobilnya hingga penuh. Berapa banyak konsumsi bahan bakar mobil Joko?
- Konsumsi BBM = (Jumlah Tempuh Akhir – Jumlah Tempuh Awal) / Jumlah Konsumsi Bahan Bakar
- Konsumsi BBM = (23.889 km – 23.500 km) / 20 l
- Konsumsi BBM = 389 km / 20 l
- Konsumsi BBM = 19,45 km/l atau rasio 1:19,5
 

Metode 2  : Menghitung Konsumsi Bahan Bakar Rata-rata

1. Perhatikan bahwa konsumsi bahan bakar akan berubah seiring kondisi berkendara. Misalnya, kendaraan yang sering berhenti akan lebih cepat menghabiskan bensin jika dibandingkan menyetir dengan kecepatan konstan. Inilah alasan berkendara di tol luar kota akan menghabiskan lebih sedikit bensin dibanding berkendara di dalam kota.
- Sistem cruise control di mobil Anda bisa membantu menghemat bahan bakar.
- Lebih cepat Anda berkendara, konsumsi bahan bakar mobil Anda pun akan semakin tinggi.
- Pendingin udara juga menggunakan bahan bakar, jadi penggunaannya juga akan menghabiskan bahan bakar.
 

2. Catat konsumsi bahan bakar beberapa kali untuk mendapatkan konsumsi bahan bakar rata-rata. Anda butuh data yang lebih banyak untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai konsumsi bahan bakar mobil Anda. Anda dapat menghilangkan kesalahan-kesalahan dalam data Anda dengan cara berkendara lebih banyak dan merata-ratakan konsumsi bahan bakar mobil Anda.
- Misalnya, Anda menghitung konsumsi bahan bakar ketika menyetir di pegunungan. Tentunya Anda akan lebih cepat menghabiskan bensin; dengan demikian, rasio konsumsi bahan bakar mobil Anda pun akan lebih rendah dari biasanya.
 

3. Setelah tangki bensin penuh, kembalikan trip meter Anda ke angka 0. Kembalikan trip meter Anda ke angka 0 dan jangan diubah kembali setelah mengisi bensin. Jika mobil Anda tidak dilengkapi trip meter (odometer yang bisa dikembalikan ke angka 0), catat angka kilometer yang ada ditampilan odometer Anda.
 

4. Catat berapa liter yang dibutuhkan mobil Anda setiap kali mengisi. Anda perlu mengetahui berapa banyak bahan bakar yang Anda gunakan untuk mendapatkan pengukuran konsumsi bahan bakar yang akurat. Setiap kali Anda mengisi bensin, catat jumlah liter yang diisi dan simpan catatan ini.
 

5. Berkendara seperti biasanya selama beberapa minggu. Jangan mereset trip meter Anda. Pastikan Anda mengisi bensin mobil Anda 3 sampai 4 kali untuk mendapatkan pengukuran yang akurat. Lakukan pengukuran ini ketika Anda tidak harus bepergian jauh atau mengalami kemacetan parah, karena kedua hal tersebut bisa mengganggu pengukuran konsumsi bahan bakar Anda.
- Anda tidak harus selalu mengisi tangki bensin Anda hingga penuh. Untuk menghitung konsumsi bahan bakar, Anda hanya perlu mencatat jumlah liter yang Anda isikan.
 

6. Setelah 2-3 minggu, isi tangki bensin mobil Anda hingga penuh. Ketika Anda sudah siap untuk menghitung konsumsi bahan bakar, isikan tangki bensin mobil Anda hingga penuh dan catat jumlah liter yang Anda isikan.
 

7. Jumlahkan jumlah liter yang Anda isikan. Ini akan mencerminkan jumlah total bahan bakar yang digunakan sepanjang waktu yang tercatat.
- Apabila saya tiga kali membeli bensin, dalam kuantitas 15 liter, 5 liter, dan 10 liter, jumlah total bahan bakar yang saya gunakan adalah 30 liter.
 

8. Hitung jumlah total tempuh dibagi jumlah liter bahan bakar. Perhatikan trip meter Anda untuk mengetahui konsumsi bahan bakar rata-rata Anda. Bagi angka di trip meter ini dengan jumlah liter bahan bakar untuk mendapatkan konsumsi bahan bakar rata-rata. Angka ini adalah jumlah pasti rasio konsumsi bahan bakar mobil Anda. Selain itu, angka ini juga merupakan perkiraan konsumsi bahan bakar rata-rata mobil Anda.
- Misalnya, apabila mobil Anda menghabiskan 30 liter bensin dan Anda menempuh jarak 250 kilometer, maka konsumsi bahan bakar rata-rata Anda adalah 8,3 km per liter (250 km / 30 l = 8,3 km/l), atau 1:8,3.
 

9. Ingat bahwa taksiran rasio konsumsi bahan bakar yang tertulis di iklan biasanya terlalu tinggi. Produsen mobil memang diwajibkan untuk menyebutkan rasio konsumsi bahan bakar rata-rata mobil mereka. Namun, angka ini biasanya hanya taksiran dan terlalu tinggi. Anda bisa mencari konsumsi bahan bakar jenis mobil Anda melalui internet, namun untuk lebih tepatnya, Anda harus mengukur sendiri.
- Jika hasil hitungan Anda jauh berbeda dari rata-rata yang terdapat di internet, mobil Anda mungkin harus diperbaiki.
 

 
Metode 3 : Memaksimalkan Penggunaan Bahan Bakar

1. Hindari penggunaan pendingin udara (AC). AC menggunakan bensin untuk mendinginkan mobil Anda. Ini berarti, jumlah bensin yang bisa Anda gunakan untuk berkendara akan lebih sedikit dari yang ditampilkan. Agar lebih efisien, kecilkan AC atau matikan ketika mobil Anda sudah dingin.
- AC yang menyala dalam pengaturan maksimum bisa mengurangi ketersediaan bensin Anda hingga 25%.
 

2. Berkendaralah dalam batas kecepatan yang sudah ditentukan. Semakin cepat mobil Anda, semakin cepat pula bensin Anda akan habis. Konsumsinya pun tidak sedikit. Setiap 5 km/jam di atas 50 km/jam, Anda membayar jumlah yang sama dengan sekitar Rp2.700 per liter bensin.
 

3. Menyetirlah dengan aman. Memulai menjalankan suatu mobil membutuhkan lebih banyak energi ketimbang menjaga mobil tetap bergerak. Ini berarti, jika Anda sering menyetir di belakang mobil lain, berhenti, lalu bergerak kembali, atau menyalip, Anda akan menghabiskan lebih banyak bensin dibanding jika Anda menyetir dalam kecepatan konstan.
- Hindari mengerem dan mengegas tiba-tiba. Kurangi kecepatan mobil Anda sejak masih jauh; jangan menginjak rem secara tiba-tiba.
 

4. Gunakan cruise control ketika berkendara di jalan yang panjang dan rata. Sistem ini dapat membantu Anda menjalankan mobil dalam kecepatan yang konsisten dan rata serta menghindari konsumsi bensin berlebih akibat percepatan dan perlambatan yang tidak perlu.
 

5. Ketika macet, matikan mobil Anda. Membiarkan mobil dalam kondisi idle, atau tetap menyala tanpa dijalankan, sama saja membuang bensin. Jika perlu, matikan mesin untuk menghemat bensin.
 

6. Hindari penggunaan bagasi atap mobil. Bagasi model ini mengurangi aerodinamika mobil Anda, membuat mobil Anda menjadi lambat dan menghabiskan lebih banyak bensin. Lebih efisien jika Anda menggunakan bagasi gandeng atau mengisi bagasi mobil Anda hingga penuh.
 

7. Pastikan ban mobil Anda tidak kurang angin. Apabila keempat ban Anda kempes, jarak tempuh mobil Anda akan berkurang sebanyak 0,3%. Sesuaikan tekanan ban mobil Anda dengan angka yang disarankan di buku petunjuk mobil.
- Beberapa model mobil menuliskan tekanan ban yang disarankan pada sebuah stiker di pintu sopir atau di laci.
 

8. Ganti saringan udara mobil Anda. Ini adalah cara paling murah dan gampang untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar mobil Anda. Pastikan Anda membeli filter yang tepat karena setiap mobil berbeda-beda. Bawa catatan merek, model, dan tahun mobil Anda ke toko otomotif terdekat.
- Untuk mobil baru, mengganti saringan udara tidak menjamin efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi. Namun begitu, mobil Anda akan lebih lancar ketika digas.
 

© WikiHow

Untuk mengetahui tips dan info lainnya seputar otomotif  dapat dilihat selengkapnya di blog.belionderdil.co.id
  
Logged
Pages: [1]   Go Up