Indonesian Automotive Community

Please login or register.

Login with username, password and session length
Advanced search  

News:

Daftarkan diri Anda terlebih dahulu sebelum posting ke forum.

Pages: [1]   Go Down

Author Topic: Ukuran Tekanan Angin Ban Mobil yang Tepat  (Read 314 times)

BeliOnderdil

  • Supir Angkot
  • **
  • Reputation: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 95
Ukuran Tekanan Angin Ban Mobil yang Tepat
« on: February 13, 2017, 09:19:06 AM »

Ban merupakan komponen penting pada setiap kendaraan, baik mobil, motor maupun kendaraan-kendaraan besar lainnya. Performa kendaraan tentu dipengaruhi oleh kondisi ban, penting bagi setiap pengendara untuk selalu memperhatikan kondisi ban nya dengan benar. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai ban mobil, salah satu hal penting tersebut ialah tekanan angin pada ban. Kekurangan atau kelebihan tekanan pada ban memberikan efek yang tidak baik, bisa jadi akan menyebabkan umur ban yang pendek, profil cepat gundul atau akan memberikan beban lebih berat yang berpengaruh pada kinerja mesin.

Kali ini Blog BeliOnderdil akan mengulas tekanan angin ban yang tepat untuk kendaraan beserta beberapa hal lain yang satu lingkup dengan pembahasan kali ini. Untuk itu, simak ulasan berikut ini :

Tekanan Angin Mobil yang Tepat

Untuk mendapatkan kenyamanan berkendara, umumnya tekanan ban untuk mobil penumpang biasa adalah 30 – 35 psi (pada kondisi ban dingin). Spesifikasi ban yang digunakan dan beban kendaraan menjadi faktor utama dalam menentukan nilai tekanan. Ukuran tekanan ban pada mobil berbeda beda antara jenis mobil satu dengan yang lainnya. Di buku petunjuk kendaraan selalu dijelaskan rekomendasi nilai tekanan dan dari tipe ban yang digunakan biasanya terdapat batasan maksimal tekanan.

Tekanan Ban yang Kurang

Jika ban di bawah tekanan yang direkomendasikan maka dengan mudah kita dapat melihatnya langsung. Kondisi ban terlihat kempis atau sering kita bilang ‘kurang angin’, apalagi saat kendaraan ditumpangi, ban akan terlihat menonjol keluar di bagian bawahnya, tepat pada bagian ban yang bersentuhan dengan permukaan jalan. Jika tekanan ban saat itu 25% di bawah tekanan standar maka sudah dikategorikan ‘Parah’ (under inflation), artinya tekanan ban sekitar 7 psi kurang dari standar. Efek buruk dari kondisi ini adalah:

Profil ban dibagian pinggir akan lebih dulu habis atau aus selama pemakaian. Keausan yang tidak rata akan memperpendek umur ban.
Beban kendaraan menjadi berat, memutar ban yang kurang angin memberikan beban pada mesin sehingga berakibat borosnya konsumsi bahan bakar.
Pengendalian atau handling kendaraan menjadi buruk.
Jika pada saat bersamaan kondisi ban agak tipis, keausan yang tidak rata akan terjadi pada bagian pinggir yang beresiko membuat ban pecah.
Tekanan Ban yang Berlebih

Ban yang memiliki tekanan di atas standar juga berakibat tidak baik :

Profil ban dibagian tengah akan lebih cepat habis, keausan tidak rata ini juga akan memperpendek umur ban.
Getaran dan ayunan suspensi terasa keras dan kasar.
Jika tekanan diberikan berlebih bahkan melebihi standar spesifikasi ban, maka ban juga dapat pecah. Pada saat kendaraan dijalankan dengan durasi yang panjang dan kecepatan tinggi, maka temperatur meningkat menjadikan tekanan udara di dalam ban juga meningkat. Dengan awal tekanan yang sudah tinggi ditambah dengan peningkatan tekanan selama berkendara maka pecah ban pun semakin lebih beresiko terjadi.

Tekanan Ban yang Tepat

Memberikan tekanan yang pas menjadikan ban memiliki umur panjang, keausan ban merata, tapak ban dengan jalan menjadi maksimal dan tentunya akan berdampak pada pengendalian yang baik selama berkendara. Bobot penumpang ataupun barang dalam kendaraan juga menjadi faktor penentu nilai tekanan. Jika umumnya sebuah mobil seringkali beroperasi untuk mengangkut penumpang banyak atau beban yang berat maka sebaiknya tekanan ban dibuat agak tinggi. Di Indonesia, mobil berjenis MPV ataupun SUV umumnya memiliki desain mesin di bagian depan sehingga pada bagian inilah beban lebih banyak terpusat daripada di belakang. Demikian sehingga jika kita seringkali hanya mengemudi sendiri, maka tekanan ban di depan lebih baik dibuat sedikit lebih tinggi biasanya 32-34 psi, sedangkan di belakang boleh di-setting di nilai tekanan 30-32 psi

Rekomendasi Pemeliharaan Ban

Telah dijelaskan bahwa tekanan menjadi penentu umur ban. Pengecekan tekanan disarankan untuk minimal dilakukan sekali dalam sebulan atau pada saat akan melakukan perjalanan jauh. Tekanan ban diukur pada saat kondisi ban dingin atau setidaknya pada saat kendaraan menempuh jarak tidak lebih dari 2 km. Jika kendaraan terlanjur menempuh perjalanan jauh maka kondisi dingin akan dicapai paling tidak setelah 3 jam dari kondisi kendaraan tidak beroperasi.

Beberapa Fakta Mengenai Tekanan Ban Mobil

90% dari semua kendaraan sedikitnya memiliki satu ban yang tekanannya kurang dari standar yang direkomendasikan
Ban dengan tekanan kurang 20% dari standar bisa mengurangi sebesar 30% umur ban dan meningkatkan konsumsi bahan bakar hingga 7%
Ban dengan tekanan kurang 30% dari standar bisa mengurangi sebesar 50% umur ban

Di sisi lain, umur ban yang panjang dan beban mesin kendaraan atau mobil yang bisa bekerja optimal akan memberikan penghematan dari segi finansial. Jadi selalu luangkan waktu untuk melakukan pengecekan minimal seperti rekomendasi yang telah dijelaskan.
  
Logged
Pages: [1]   Go Up