Indonesian Automotive Community

Please login or register.

Login with username, password and session length
Advanced search  

News:

Daftarkan diri Anda terlebih dahulu sebelum posting ke forum.

Pages: [1]   Go Down

Author Topic: Penampakan Toyota C-HR 2018, Tampang Sama Beda Mesin?  (Read 420 times)

azami

  • Tukang Ojek
  • *
  • Reputation: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 19
Penampakan Toyota C-HR 2018, Tampang Sama Beda Mesin?
« on: December 04, 2017, 02:33:18 PM »



Toyota mulai memperkenalkan C-HR versi untuk pasar ASEAN, model C-HR lengkap dengan tampilan penuh bodi  dan menunjukan aksesoris yang melekat. Urusan tampang semua model C-HR sama, namun untuk urusan mesin berbeda-beda tergantung negara. Meski kehadirannya sudah ada lewat sejumlah importir umum, namun aksi dari PT Toyota Astra Motor masih (TAM) jadi harapan utama.



Toyota ingin menjual C-HR di Indonesia. Tapi sampai saat ini pihak Toyota masih menutup rapat keran informasinya mengenai spesifikasi mesin seperti apa yang akan digunakan oleh C-HR.Untuk tahap awal, crossover itu dijual dengan status impor utuh alias (completely build up/CBU).

Toyota C-HR hadir dengan mesin 8NR-FTS berkapasitas 1.200 cc empat silinder, bersama dengan teknologi turbocharged. Compact SUV ini mampu mengeluarkan tenaga hingga 115 dk dan torsi sebesar 185 Nm ke penggerak roda depan, melalui transmisi CVT.

Namun, belum dipastikan diimpor utuh dari negara mana. Tetapi kemungkinan diambil dari Thailand, karena Negeri Gajah Putih itu akan ikut memproduksi C-HR, selain di pabrik Sakarya, Turki, dan Jepang. Mengenai model dan varian yang mana yang akan masuk Indonesia, Fransiskus mengatakan bahwa hal tersebut juga sedang dipelajari. Belum ada keputusan yang dibuat pihak TAM.

Menurut Fransiskus, banyak hal yang harus dipelajari dan diputuskan terlebih dahulu, sebelum menghadirkan CHR untuk konsumen Indonesia. Karena mini SUV ini punya banyak varian berdasarkan pilihan mesin.
 
“Ada 1.5 L dan 1.8 L, ada turbo dan hybrid, belum diputuskan, masih studi. Kita sudah lakukan juga FGD ke customer, apakah ada interest atau tidak ke CH-R,” kata Fransiscus.
 
Mengenai model dan varian yang mana yang akan masuk Indonesia, Fransiskus mengatakan bahwa hal tersebut juga sedang dipelajari. Belum ada keputusan yang dibuat pihak TAM.
 
“Kita lagi mencari tahu model yang mana, grade yang mana mesinnya. Jadi saya belum bisa jawab ‘kapan’, tapi saya usahakan secepat mungkin,” tambah Fransiscus.

Di Indonesia sendiri mengatakan mobil hybrid di Indonesia dipersepsikan kendaraan mewah. Diakuinya, TAM sebagai distributor utama Toyota di Indonesia hanya memasarkan kendaraan hybrid untuk menengah atas seperti sedan Camry dan van Alphard.

Persepsi konsumen itu tentu saja terkait dengan kebijakan Pemerintah Indonesia yang masih menerapkan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) yang sama dengan mobil konvensional. Padahal, mobil hybrid dengan teknologi yang lebih canggih pastinya lebih mahal dibandingkan kendaraan konvensional. Mobil hybrid memiliki dua mesin penggerak yaitu motor bensin dan motor listrik, sehingga lebih hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.

Di negara maju, termasuk Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa, pembelian kendaraan ramah lingkungan mendapat insentif dari pemerintah, baik berupa pajak maupun potongan harga, sehingga harga kendaraan tersebut bisa bersaing dan mobil konvensional yang hanya berbahan bakar fosil.

Pihaknya masih menunggu kebijakan kongkrit Pemerintah Indonesia yang berencana menerapkan aturan semakin rendah emisi karbon (CO2), semakin rendah pula pajak kendaraannya. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto telah menargetkan pada 2025 sebanyak 20 persen produksi kendaraan harus bertenaga listrik.

C-HR merupakan salah satu koleksi Toyota yang masuk dalam kelas SUV. Dipastikan kehadirannya tersebut bakal menjadi pesaing tangguh bagi para kompetitornya
  
Logged
Pages: [1]   Go Up