Indonesian Automotive Community

Please login or register.

Login with username, password and session length
Advanced search  

News:

Daftarkan diri Anda terlebih dahulu sebelum posting ke forum.

Pages: [1]   Go Down

Author Topic: Kemacetan  (Read 4449 times)

arios

  • Penumpang Bis
  • *
  • Reputation: 0
  • Offline Offline
  • Posts: 9
  • Right here with me !
    • All might be !
Kemacetan
« on: November 06, 2007, 05:07:38 PM »

"Neraka" yang Kian Memanaskan Pikiran

Kalau sudah kena macet begini, inginnya keluar dan saya tinggal saja taksi ini," ujar Karim (36), sopir Taksi Putra di tengah kemacetan jalur Grogol-Slipi, Jakarta Barat.
Sesekali ia berdecak kesal sembari menengok kiri kanan, mencari celah di tengah padatnya barisan kendaraan. Akibat kemacetan, Senin (5/11), jarak yang hanya 5 kilometer itu harus ditempuhnya dalam dua jam.
Begitulah salah satu dampak kemacetan arus lalu lintas. Berbagai gagasan "sinting" pun rasa-rasanya begitu mudah berkelebat di benak dan pikiran.
Bagaimana tidak, bagi pekerja kantoran yang kinyis-kinyis saja, berangkat dan pulang kerja di Jakarta kini seperti menghadapi perang. Untuk sekadar menempuh perjalanan, pengguna jalan harus siap dengan strategi dan kemampuan memprediksi situasi jalanan yang berubah layaknya "neraka". Yang juga penting adalah mempersiapkan mental, jangan sampai pikiran panas mencari katarsis sampai merugikan atau melukai orang.
"Kalau lagi macet total, kejebak di bus yang penuh sesak, rasanya cuma kesenggol saja bisa saya tampol (tampar) tuh orang yang nyenggol," ujar Aris Cahyadi (26), yang saban hari menumpang bus Kopaja 63 jurusan Depok-Blok M. Kemarin Aris terpaksa bergelantungan di bus ketika terjebak kemacetan parah di Jalan Ampera, Jakarta Selatan, selama 1,5 jam.
Lain lagi dengan Dessy Pakpahan (24), warga Ciledug, Tangerang. "Kalau di bus atau angkot, saya lebih baik tidur, merem atau tutup muka deh. Daripada lihat macet dan perilaku orang yang pakai jalan juga kayak setan semua, bikin naik darah saja, bisa-bisa saya nabok orang. Macet tuh bisa bikin rusuh," cetus Dessy, yang saban hari menumpang bus Metromini 69 jurusan Ciledug-Blok M.
Dessy yakin kemacetan memang bisa membikin relasi sosial rusak. Orang seperti mencari katarsis atas tekanan mental karena kemacetan di jalan. Akibatnya, ketika menghadapi masalah sepele saat tengah terjebak kemacetan saja, orang sudah terdorong ingin ribut.
Bagi yang selalu berusaha eling alias mawas diri tentunya senantiasa berusaha mencari jalan keluar yang bijak. Apalagi bagi orang-orang yang saban hari mau tak mau harus menyetir demi nafkah. Sopir, misalnya.
Basir (35), sopir Express Taksi, mengaku kerap stres dan jenuh menghadapi kemacetan yang terjadi hampir di semua kawasan Jakarta. Saat kekesalan memuncak, Basir yang rata-rata berada di jalan 20 jam per hari itu memilih menepi dahulu di warung atau pinggir jalan yang teduh untuk menyegarkan diri.
"Daripada saya gila di jalan, lebih baik saya minggir dulu setengah sampai satu jam. Kehilangan penumpang satu atau dua tidak mengapa," ujar Basir sambil mengembuskan asap rokoknya sembari bersantai di dalam taksinya yang diparkir di bawah pohon di samping Pasar Kembang Cikini, Jakarta Pusat.
Membawa penumpang dalam keadaan macet sekalipun rupanya tidak menguntungkan, yaitu Rp 20.000 per jam. Padahal, apabila lancar, mereka mampu memperoleh Rp 70.000 per jam. Jumlah penumpang per hari pun berkurang, dari sekitar 25 orang menjadi 15 orang. Keuntungan bersih Basir pun akhirnya merosot 50 persen dibandingkan dengan dua bulan lalu, yaitu dari Rp 1,5 juta setiap dua pekan, kini tinggal Rp 800.000.
Neraca pemasukan semakin tak imbang. Pendapatan berkurang, pengeluaran justru meningkat. Karim, misalnya, tiap hari kini harus mengisi bensin Rp 35.000, Rp 5.000 lebih banyak dibandingkan dengan saat kemacetan belum separah saat ini. "Ketika arus lalu lintas masih lancar, 1 liter bensin untuk 13 kilometer. Kalau macet, 1 liter paling hanya cukup untuk 9 kilometer," imbuh Basir.
Untuk menyiasatinya, para sopir taksi itu melakukan berbagai cara untuk menghemat BBM. Dari memangkal di pangkalan resmi, mematikan mesin di tengah kemacetan, sampai menolak penumpang. "Saya selalu menolak penumpang yang minta diantar ke Ciledug, Grogol, atau Jalan Sudirman pada jam-jam macet," tutur Karim.
Lapor polisi
Karena sebegitunya tak tahan akibat macet pula, sebagian warga sampai membuat laporan kepada polisi. Senin kemarin Edisaputra Hasibuan (39) mengadukan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan mantan Gubernur Sutiyoso ke Kepolisian Daerah Metropolitan Jaya. Demi pengaduan itu, sebuah forum pun dibentuk, yakni Forum Jaya (Pengguna Jalan Raya).
"Kami dirugikan dengan proyek pembangunan Jalur Bus Transjakarta. Kalau umumnya dari Pondok Cabe, Sawangan, Depok menuju Polda Metro lewat Pondok Indah hanya dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam, maka tiga hari ini kami butuh waktu sampai tiga jam. Kami rugi waktu, tenaga, dan usaha," tandas Edisaputra.
Sebagai saksi, ia mengajukan tiga nama, Yamin, Hepi, dan Sardono. Edisaputra berpendapat, agar tidak merugikan pengguna jalan, seharusnya pemerintah provinsi menyosialisasikan rencana, termasuk menyiapkan jalan alternatif, jadwal, dan sejumlah rambu yang dibutuhkan.
"Semuanya terkesan dibuat tergopoh-gopoh tanpa memedulikan kepentingan publik terutama pengguna jalan, baik menyangkut kenyamanan maupun keamanan di jalan. Kami sudah melunasi kewajiban membayar pajak, boleh dong sekarang giliran kami menuntut hak kami," kata Edisaputra.
Warga Jakarta dan sekitarnya sejatinya telah terbiasa dengan kemacetan. Namun, kemacetan saat ini sungguh sudah di luar kemampuan warga untuk memprediksi.
Juti Iskandar (37), misalnya, warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat, ini mengaku bingung harus pukul berapa meninggalkan rumah menuju kantornya di Cilandak, Jakarta Selatan.
"Enggak tahu nih, saya besok (hari ini) mesti berangkat jam berapa. Tadi pergi jam 06.00, macetnya sudah kayak begitu," ujar Juti.
Dewi (49), warga yang tinggal di Ciputat Raya, bahkan merasa cukup shocked ketika harus menempuh waktu satu jam hanya untuk ke salon yang biasanya cukup 5 menit. (SF/WIN/A10)
  
Logged

Kang Nunu a.k.a Sphere

  • Global Moderator
  • Supir Pribadi
  • *****
  • Reputation: 8
  • Offline Offline
  • Posts: 946
  • In The Mercy of God
Re: Kemacetan
« Reply #1 on: November 06, 2007, 05:22:27 PM »

Gara-gara busway dan hujan...  :buck2:
Logged
Hati-hati! ForumOtomotif.com dapat menyebabkan kecanduan.
Gunakan sesuai dosis dan baca aturan pakai...

m0k0_ginta

  • Premium Member
  • Supir Pribadi
  • *******
  • Reputation: 15
  • Offline Offline
  • Posts: 881
Re: Kemacetan
« Reply #2 on: November 06, 2007, 06:19:05 PM »

Untungnya di Jogja masih adem ayem aja... -_-

paling2 macet di Malioboro (terutama liburan), kalau hari biasa masih bisa lumayan kenceng di dalam kota.... :ph34r:
mana aturan Lalu lintasnya ngga ketat2 banget lagi... :angel:  :smitten:
Logged
Is not what we ride but how we ride it!

Kang Nunu a.k.a Sphere

  • Global Moderator
  • Supir Pribadi
  • *****
  • Reputation: 8
  • Offline Offline
  • Posts: 946
  • In The Mercy of God
Re: Kemacetan
« Reply #3 on: November 07, 2007, 10:00:13 AM »

Wah nanti kalo ke Jogja bisa mampir neh ke rumah bro Moko...
Logged
Hati-hati! ForumOtomotif.com dapat menyebabkan kecanduan.
Gunakan sesuai dosis dan baca aturan pakai...

m0k0_ginta

  • Premium Member
  • Supir Pribadi
  • *******
  • Reputation: 15
  • Offline Offline
  • Posts: 881
Re: Kemacetan
« Reply #4 on: November 07, 2007, 06:52:22 PM »

Boleh2.....nanti saya anter muter2... ;D :mellow:
Logged
Is not what we ride but how we ride it!

PiaL

  • Premium Member
  • Joki Balapan
  • *******
  • Reputation: 9
  • Offline Offline
  • Posts: 1,230
  • Never Give Up !!!
    • PiaL's World
Re: Kemacetan
« Reply #5 on: November 07, 2007, 07:51:58 PM »

pusing donk kalo muter2  ;D
Logged


:ph34r: drive safely everyone :ph34r:

Noobie Sin

  • Supir Taksi
  • ***
  • Reputation: 2
  • Offline Offline
  • Posts: 487
Re: Kemacetan
« Reply #6 on: November 09, 2007, 09:41:38 PM »

Aduh....turut prihatin ama kemacetan di JKT....terutama gara2 busway....jalan kecil dibagi dua....
Gua di Bandung aja udah males banget ama yang namanya angkot "nge-tem" (cari penumpang).... Paling juga (kalo mau positif thinking ... kita semua pengendara harus saling tertib "ngantri" / queeing jangan saling nyelap kalo ada lubang dikit...makin parah coy).

Daripada busway...mendingan buat underground train atau sky-train yah?  jadi pengendara mobil dan motor ga terganggu....kan pemerintah banyak banget duitnya...anggaran pemilu aja sudah trilliun-an....1 trilliun aja lah dipake buat memperlancar transportasi...biar bro Sphere bisa coba masuk ke 130km/jam dengan motornya :D
Logged
10001101010100101100001

PiaL

  • Premium Member
  • Joki Balapan
  • *******
  • Reputation: 9
  • Offline Offline
  • Posts: 1,230
  • Never Give Up !!!
    • PiaL's World
Re: Kemacetan
« Reply #7 on: November 11, 2007, 05:18:47 PM »

rasanya jakarta musti beresin dulu tuh masalah banjirnya
kalo nggak, bukannya bikin subway / underground train, entar jalurnya malah jadi gorong-gorong donk  ;D
Logged


:ph34r: drive safely everyone :ph34r:

Noobie Sin

  • Supir Taksi
  • ***
  • Reputation: 2
  • Offline Offline
  • Posts: 487
Re: Kemacetan
« Reply #8 on: November 11, 2007, 11:35:57 PM »

rasanya jakarta musti beresin dulu tuh masalah banjirnya
kalo nggak, bukannya bikin subway / underground train, entar jalurnya malah jadi gorong-gorong donk  ;D

Hahaha...true true...a hell of a truth!
Errrr... gimana yah...kalo menurut pendapat gua sebagai rakyat yang kecil ga ngerti politic... lebih baik semua anggota pemerintahan... Korupsinya dikurangi aja dikit dari average 50 to 90%....dibuat jadi 10% aja kurang lebih (10% termasuk bagi ke anak buah atau ke orang2 kantor...sambil minta gaji pegawai negeri dinaikin) hehehe...peace 

Note: soalnya ga mungkin kayanya kalo korupsi dibasmi bersih 100%
Logged
10001101010100101100001
Pages: [1]   Go Up
 

anything