Indonesian Automotive Community

Please login or register.

Login with username, password and session length
Advanced search  

News:

Daftarkan diri Anda terlebih dahulu sebelum posting ke forum.

Pages: [1]   Go Down

Author Topic: GHOT, Dihuni Beragam Kalangan  (Read 4758 times)

Kang Nunu a.k.a Sphere

  • Global Moderator
  • Supir Pribadi
  • *****
  • Reputation: 8
  • Offline Offline
  • Posts: 946
  • In The Mercy of God
GHOT, Dihuni Beragam Kalangan
« on: March 11, 2008, 09:50:28 AM »

Bandung - Klub sepeda motor Grand Honda Owners Team (GHOT), boleh dikata cukup lawas beredar di Bandung. Bahkan, kehadiran komunitas otomotif ini disegani pula oleh klub-klub sepeda motor lainnya. Dirintis sejak 6 September 1996, misi GHOT hanya merangkul para penunggang Grand dan Legenda.

Menurut Penasehat GHOT, Heri Juhe (29), jumlah anggota di Bandung pada 2008 mencapai 1000 orang. "Selain itu, GHOT menyebar chapter di sejumlah daerah. Seperti Karawang, Tasikmalaya,Bali dan Jakarta," ujar Juhe. Dalam setiap pendaftaran anggota, GHOT tak memandang status pribadi orangnya. Jadi, siapapun asal pemilik Grand dan Legenda, boleh ikut nimbrung. Dan hasilnya, klub ini berpenghuni orang-orang dari beragam kalangan.

"Para anggota GHOT mulai kalangan PNS, pegawai swasta, mahasisma, pelajar sekolah hingga tukang parkir. Ya, mau dia kakek-kakek tapi masih senang bermotor ria, kita pasti welcome," ujar Juhe kepada detikbandung. Untuk syarat bergabung, si calon anggota wajib memiliki SIM dan sepeda motornya mesti rapi alias tidak dipreteli ekstrem.

Selain sering terlibat di kancah otomotif, GHOT pun menggiatkan diri dalam kegiatan sosial. Misalnya, kata Juhe, setiap tiga bulan sekali rutin menggelar kegiatan bakti sosial ke panti asuhan. "Kami juga peduli dengan sarana umum di Bandung. Tembok-tembok yang penuh coretan cat pilok, dipulas kembali hingga bersih. Lalu, trotoar dicat ulang. Begitu pula pos polisi, kami berinisiatif selalu merawatnya," ungkap pria berambut pendek ini.

Lazimnya klub lain, GHOT pun rajin beraktifitas touring jarak dekat dan jauh. Biasanya, sebulan sekali dilaksanakan juga konvoi dalam kota. Nah, setiap malam minggunya, orang-orang GHOT berkumpul riang di kawasan Jl.Djuanda (Dago), tepatnya dekat B-Radio. Seputar informasi dan koordinasi klub bisa didapat di tempat tersebut.

Begitu sarat manfaat berada di lingkungan komunitas yang bermarkas di Jalan Surapati, Gg. Murla no.2 (belakang Bengkel Variasi Epul) ini. Setiap anggota bakalan diganjar mengenai segala pengetahuan mesin sepeda motor motor. Jadi, kata Juhe, apabila si kuda besi ini mogok pemiliknya bisa memperbaiki sendiri.

Ada yang unik di GHOT. Sejumlah orang berpengaruh di geng-geng motor Bandung, rupanya memilih GHOT sebagai wadah pertobatan diri. "Kami tidak melihat sejarah kelam seseorang. Yang terpenting, aturan yang diterapkan wajib diikuti. Utamanya, genggam solidaritas dan silaturahmi baik di intern maupun sesama klub lain," jelas Juhe.

Bagi Juhe dan saparakanca, ugal-ugalan di jalan hingga berperilaku kriminal, merupakan cerita usang yang perlu dibuang. "Hal tersebut selalu dicegah dan dijauhi. Udah gak musim yang begituan mah. Pokoknya, kami aman dari gengster," ucap Juhe. Maka itu, sebagai ungkapan salam, GHOT pun punya pesan bermakna luas buat penggila otomotif di Bandung. Yaitu, "Jayalah Bikers Bandung"

(Sumber Baban Gandapurnama - detikBandung.com)
  
Logged
Hati-hati! ForumOtomotif.com dapat menyebabkan kecanduan.
Gunakan sesuai dosis dan baca aturan pakai...

m0k0_ginta

  • Premium Member
  • Supir Pribadi
  • *******
  • Reputation: 15
  • Offline Offline
  • Posts: 881
Re: GHOT, Dihuni Beragam Kalangan
« Reply #1 on: March 12, 2008, 08:38:11 AM »

Semoga tetap bisa menjadi club motor yang baik2 dan tetap tidak menjadi gangster..

SALUT buat GHOT...  :ph34r:  :ph34r:  :ph34r:
Logged
Is not what we ride but how we ride it!
Pages: [1]   Go Up